Warning!! Post ini Mengandung Gambar yang disturbing
Jack The Ripper adalah julukan paling terkenal yang diberikan kepada
pembunuh berantai yang
meneror Whitecapel, London, pada tahun 1888.
Julukan ini berasal dari sebuah surat, yang ditulis oleh seseorang yang
mengaku sebagai pembunuh, yang kemudian disebarluaskan oleh media.Dalam
karirnya, Jack The Ripper hanya diketahui membunuh 5 wanita, yang
merupakan seorang PSK. Tetapi, yang membuat nama Jack The Ripper
terkenal adalah cara membunuh korbannya, yaitu dengan cara memotong
tenggorokan kemudian memutilasi perut mereka.
Korban Pertama Jack The Ripper ialah Mary Ann Nichols. Mayat Nichols ditemukan sekitar pukul 03.40 pagi pada hari Jumat, 31 Agustus 1888 di Buck's Row, Whitecapel. Tenggorokannya disayat dengan dua sayatan, dan bagian bawah perutnya robek dengan luka yang dalam bergerigi. Sayatan lainnya di bagian perut diduga disebabkan oleh pisau yang sama.
Mayat Annie Chapman ditemukan sekitar pukul 6 pagi pada hari Sabtu, 8 September 1888 di dekat sebuah gerbang di halaman belakang sebuah rumah di Hanbury Street. Sama seperti kasus Mary Ann Nichols, tenggorokannya juga digorok dengan dua sayatan. Perutnya robek terbuka, dan kemudian diketahui bahwa rahimnya telah diambil. Dalam pemeriksaan polisi, salah satu saksi menyatakan bahwa ia melihat Chapman sekitar pukul 5:30 pagi bersama seorang pria berambut gelap yang berpenampilan lusuh.
Mayat Elizabeth Stride ditemukan sekitar pukul 1 pagi di Dutfield's Yard, Berner Street, Whitecapel. Penyebab kematiannya adalah luka gorokan yang memutus arteri utama di sisi kiri lehernya. Muncul ketidakpastian mengenai apakah pembunuhan Stride ini terkait dengan Ripper, atau apakah ia melawan selama pembunuhan. Anggapan ini muncul karena tidak adanya mutilasi yang dilakukan di perut Stride.
Sedangkan, mayat Catherine Eddowes ditemukan di Mitre Square, City of London, tiga perempat jam setelah penemuan mayat Stride. Tenggorokannya digorok, dan perutnya dirobek terbuka dengan luka yang dalam dan panjang bergerigi. Ginjal bagian kiri dan rahimnya juga diambil.
Korban Terakhir Jack the Ripper ialah Mary Kelly, tubuh Kelly yang termutilasi ditemukan terbaring di tempat tidur di kamarnya di 13 Miller's Court, Dorset Street, Spitalfields, pada pukul 10:45 pagi, Jumat 9 November 1888. Lehernya digorok putus hingga tembus ke tulang belakang, dan organ-organ di perutnya hampir dikosongkan. Jantungnya juga hilang.
Arsip-arsip kepolisian mengenai pembunuhan Whitechapel memungkinkan diketahuinya prosedur rinci investigasi pembunuhan di era Victoria.Sejumlah tim kepolisian diterjunkan dari rumah ke rumah untuk menyelidiki ke seluruh Whitechapel. Bahan-bahan forensik dikumpulkan dan diperiksa. Tersangka diidentifikasi, dilacak, diperiksa, atau dibebaskan jika tidak terbukti. Pekerjaan polisi sesuai dengan pola yang sama seperti hari ini.Lebih dari 2.000 orang diwawancarai, hampir 300 orang diinvestigasi, dan 80 di antaranya ditahan.
Karena ketidakpuasan terhadap kinerja kepolisian, beberapa warga East End, London, yang tergabung dalam kelompok relawan, membentuk Komite Kewaspadaan Whitechapel untuk berpatroli di jalan-jalan guna menemukan karakter yang mencurigakan. Mereka juga meminta pemerintah untuk menaikkan hadiah bagi yang mengetahui informasi tentang si pembunuh, dan menyewa detektif swasta untuk menyelidiki saksi secara independen.
Tukang daging, tukang jagal, dokter, dan ahli bedah awalnya dicurigai sebagai tersangka karena adanya mutilasi pada para korban. Sebuah catatan dari Mayor Henry Smith, Komisaris Kepolisian City of London, menunjukkan bahwa alibi dari tukang daging dan tukang jagal setempat telah diselidiki, dan mereka tersingkir dari penyelidikan karena tidak terbukti.
Selama pembunuhan Ripper, pihak kepolisian, surat kabar, dan yang lainnya telah menerima ratusan surat mengenai kasus tersebut. Beberapa di antaranya bermaksud baik dengan memberi nasihat untuk menangkap si pembunuh, tetapi kebanyakannya hanya lelucon dan tidak berguna. Ratusan surat diklaim telah ditulis oleh sang pembunuh sendiritiga di antaranya yang paling terkenal adalah surat "Dear Boss", Kartu pos "Saucy Jacky" dan surat "From Hell".
Salah satu surat yang terkenal, yaitu "From Hell", diterima oleh George Lusk, kepala Komite Kewaspadaan Whitechapel, pada 16 Oktober 1888. Gaya penulisan dan tulisan tangannya tidak sama dengan surat "Dear Boss" dan kartu pos "Saucy Jacky". Surat ini dikirimkan dalam sebuah kotak kecil, yang juga berisikan separo ginjal yang diawetkan dalam ethanol.
Kemungkinan pelaku tergabung dalam "secret society" tetapi, pada akhir Oktober, Robert Anderson meminta ahli bedah kepolisian, Thomas Bond, untuk memberikan pendapatnya mengenai sejauh mana keterampilan dan pengetahuan bedah si pembunuh. Ia menyatakan : Kelima pembunuhan ini tidak diragukan lagi dilakukan oleh tangan yang sama. Dalam empat pembunuhan pertama, tenggorokan korban digorok dari kiri ke kanan. Dalam kasus terakhir, luka mutilasi yang begitu luas menjadi mustahil untuk menentukan arah potongannya, namun darah arteri ditemukan memercik di dinding tempat kepala si wanita seharusnya berbaring.
Keadaan di sekitar lokasi pembunuhan membuat saya berpendapat bahwa wanita-wanita ini dibaringkan saat dibunuh, dan dalam setiap kasus, tenggorokan korban adalah bagian yang pertama kali dipotong. Menurut pendapatnya, si pembunuh pastilah memiliki kebiasaan tersendiri. Bond juga menyatakan bahwa dorongan untuk membunuh mungkin berasal dari rasa dendam atau kondisi pikiran yang kacau, atau maniak agama yang memiliki penyakit bawaan, tapi saya pikir tak ada dari hipotesis ini yang mendekati.
Sumber : Keripik Pasta






Tidak ada komentar:
Posting Komentar