Aku adalah orang yang akan melakukan pekerjaan apa saja untuk mendapatkan uang, termasuk pekerjaan serabutan. Ketika Nona Libethe memintaku membantunya pindahan, aku membantunya dengan senang hati karena bayarannya lumayan.
Pondok tempatnya akan pindah terletak jauh di luar kota, jadi aku harus menyetir bermil-mil jauhnya. Selain itu, karena hawanya akan dingin, Nona Libethe memintaku menolongnya memotong kayu-kayu bakar. Aku menyanggupinya, karena toh ia masih membayarku, tapi gara-gara tugas itu, ada beberapa serpihan kayu sangat kecil yang menempel di telapak tanganku.
Setelah membantunya, aku kembali pulang dan melanjutkan hidupku. Uang yang diberikan Nona Libethe habis hanya dalam beberapa minggu, tapi serpihan-serpihan kayu itu nampaknya tidak. Rasanya semakin sakit. Aku mencoba menarik mereka dengan pinset, tapi mereka terlalu kecil untuk bisa ditarik. Tanganku perlahan-lahan mengalami infeksi, dan tempat-tempat yang sakit mulai mengeluarkan nanah.
Aku akhirnya pergi ke dermatolog, dan ia meresepkan hal-hal yang biasa: obat Neosporin, peroksida, cuci tangan yang bersih, jangan digaruk, dan seterusnya. Akan tetapi setelah berminggu-minggu, rasanya tak juga membaik, dan tanganku malah semakin sakit.
Aku tak mau lagi ke dermatolog bodoh itu, dan memilih pergi ke dokter di rumah sakit besar. Dokter itu nampaknya tertarik dengan kondisi tanganku, dan memutuskan untuk mengambil sampel nanah dari tanganku. Ia bilang, ia akan memberitahu hasilnya dalam beberapa minggu. Sementara itu, aku tak bisa berbuat apa-apa. Tanganku sudah sangat membengkak dan harus dibalut, sehingga aku tak bisa melakukan pekerjaan apa-apa. Selama menunggu dokterku menelepon, aku terpaksa harus hidup irit, dan mengutuki Nona Libethe.
Akhirnya, hari itu tiba. Aku diminta datang ke rumah sakit. Dokterku kemudian mengajakku bicara secara pribadi. Ia memberiku kertas yang dicetak dari sebuah situs kesehatan, mengenai semacam serangga parasit yang tidak diketahui sebelumnya.
Parasit-parasit itu menyerang manusia dengan merayap di bawah kulit, dan kemudian menggerogoti jaringan otot, sehingga membuat manusia yang terserang sangat kesakitan. Setelah cukup besar, parasit-parasit itu kemudian bertelur dan meletakkan telur-telur mereka dalam pembuluh darah, sehingga bayi-bayi parasit itu bisa pergi ke anggota badan yang lain untuk makan.
Yang mengerikan, serangga-serangga parasit itu nampak tak bisa dibedakan dengan serpihan kayu.
Source : Creepypasta Wikia | Creepypasta Indonesia | Fanspage
Translator : Beruthiel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar